JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA-Pusat Penerangan (Puspen) TNI resmi menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penerangan (Rakornispen) Tahun Anggaran 2026. Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, S.E., M.Han., membuka langsung agenda strategis ini di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Cilangkap, Jumat (13/2/2026).
Pertemuan ini mempertemukan para Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Angkatan dan seluruh pejabat penerangan jajaran TNI. Agenda ini bertujuan menyamakan visi dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks.
Pergeseran Pola Peperangan ke Ruang Kognitif
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa Rakornispen bukan sekadar rutinitas tahunan. Beliau menyoroti perkembangan teknologi yang telah menggeser pola peperangan konvensional menuju ruang informasi dan kognitif.
“Perang media kini dimanfaatkan untuk memengaruhi opini publik, persepsi, serta legitimasi institusi,” ujar Kapuspen TNI. Oleh karena itu, jajaran penerangan harus mampu membaca dinamika tersebut dengan cepat agar kredibilitas institusi tetap terjaga di mata masyarakat.
Penguatan SDM Penerangan yang Lebih Responsif
Menghadapi tantangan tersebut, Kapuspen TNI menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Beliau meminta jajaran penerangan menyajikan informasi yang cepat, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Sistem kerja penerangan diharapkan menjadi lebih responsif dan terintegrasi dalam membangun narasi proaktif. “Rakornispen 2026 harus menjadi titik tolak penguatan sistem kerja guna memperkokoh kepercayaan rakyat kepada TNI,” tegasnya di hadapan para peserta.
Komitmen Terhadap Keterbukaan Informasi Publik
Meskipun fokus pada strategi informasi, TNI tetap berkomitmen penuh pada keterbukaan informasi publik. Institusi ini berupaya menyediakan akses informasi yang transparan bagi masyarakat dengan tetap menjaga kerahasiaan strategis negara.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama TNI dalam menjalankan tugas demi kepentingan bangsa. Rakornispen kali ini juga menghadirkan narasumber ahli seperti Waasintel Panglima TNI dan Dansatsiber TNI untuk memperkaya literasi digital para personel.
Melalui kolaborasi yang kuat antarmatra, Puspen TNI optimis mampu mengawal citra positif institusi di tengah arus informasi yang dinamis. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan informasi nasional di masa depan.



Belum ada komentar